Asyik Nih, Pembeli Mobil Listrik di Negara Ini Makin Dimanjakan

Posted on

Tiongkok Jadi Pasar Mobil Listrik Terbesar

Liputan6.com, Beijing – Untuk membeli mobil listrik atau hybrid memang masih harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, mobil jenis ramah lingkungan ini masih memiliki banderol yang tinggi, dan jauh lebih mahal dari mobil konvensional.

Akan tetapi, beruntung bagi calon pembeli kendaraan ramah lingkungan di Tiongkok, karena pemerintah Negeri Tirai Bambu ini bakal memperpanjang potongan pajak atas pembelian kendaraan energi baru (NEV). Demikian dilansir Autoblog, Senin (1/1/2018).

Melalui sebuah pernyataan dari Kementerian Keuangan Tiongkok, pembebasan pajak mobil ramah lingkungan ini awalnya berakhir pada 2017. Namun, pajak ini kemudian diperpanjang dari 1 Januari 2018 hingga 31 Desember 2020 untuk mobil listrik, plug-in hybrid, dan hidrogen.

Dijelaskan, perpanjangan ini dilakukan saat produsen mobil di Tiongkok bersiap untuk memenuhi kuota ketat NEV mulai 2019. Hal tersebut memacu peluncuran model baru mobil listrik dan hybrid.

Beberapa produsen otomotif global sendiri meminta Tiongkok untuk mempertahankan dukungan finansial terhadap pasar. Alasannya, permintaan konsumen saja tidak cukup untuk mendorong penjualan, tanpa skema insentif yang didukung pemerintah untuk menarik pembeli.

Selain itu, Kementerian Keuangan Tiongkok juga mengatakan, perpanjangan tersebut akan meningkatkan dukungan untuk inovasi dan pengembangan di kendaraan energi baru.

Tiongkok Mulai Larang Produksi Mobil Konvensional

Tiongkok akan mengakhiri produksi dari 553 model mobil penumpang yang tidak memenuhi standar batas konsumsi bahan bakar yang berlaku. Hal tersebut akan berlaku mulai dari 1 Januari 2018 mendatang, seperti yang disebutkan oleh China Vehicle Technology Service Center.

chengdu-pabrik-mobil-cina-130330b.jpg

Dilansir Bloomberg, model yang terkena imbasnya antara lain Audi FV7145LCDBG sedan, Benz BJ7302ETAL2 sedan, dan Chevrolet SGM7161DAA2 sedan.

Upaya ini merupakan salah satu solusi untuk memecahkan masalah polusi dalam beberapa tahun terakhir. Wang Liusheng, analis dari China Merchants Securities Co, mengungkapkan pengumuman resmi tersebut menandakan untuk pertama kalinya Tiongkok memaparkan kendaraan yang dianggap melanggar, dan akan ada beberapa kendaraan lagi yang akan diumumkan.

“Untuk menekan konsumsi energi, dokumen serupa akan muncul di masa depan. Ini adalah langkah penting untuk memastikan pengembangan sehat industri dalam waktu jangka panjang,” tulis Wang melalui keterangan tertulis kepada Bloomberg.

Tiongkok merupakan pasar terbesar untuk kendaraan elektrik, dan negara tersebut sedang mempertimbangkan untuk melarang penjualan kendaraan yang menggunakan mesin bensin maupun diesel.

Artikel Asli